Sampai Bab Satu, Tersisa Lembaran Satu

ayuuwords
2 min readMar 5, 2024

--

Langit berubah padam, suasana perpustakaan yang sunyi, membuatnya sedikit tergangu. Perasaan yang tak bisa dijelaskan, membuatnya ingin segera pulang. Tidak, Ia harus tetap disini hingga seseorang datang. Dipandangnya ke arah pintu perpustakaan, berharap cemas. Dilihatnya buku dari ujung hingga ke ujung, tak ada yang Ia ambil. Ia terduduk kembali sambil menghela nafas, mengambil novel dari dalam tasnya. Dibukanya sebuah halaman, buku yang menyisakan sedikit waktu untuk diselesaikan.

Hujan mulai turun, gemuruh lirih dari langit membuatnya memandang ke arah jendela. Kembali, Ia tunggu seseorang dengan penuh harap. Namun tetap, tak ada seorang pun yang membuka pintu. Hujan mulai turun deras, menimbulkan suara rintik-rintik dari atap perpustakaan. Suara air mengalir dari cucuran atap menambah suasana sunyi. Diambilnya headset dari tas, ponselnya memutar playlist favoritnya. Kembali Ia baca halaman yang Ia tinggalkan.

Hujan mulai reda, sayup-sayup terdengar suara pintu dibuka. Tak berselang lama, wajah yang sangat tak asing dibenaknya muncul, bukankah ini seseorang yang Ia tunggu?. "Gagas!," gadis itu melambai ke arah seorang pria. Gagas tersenyum, menghampiri gadis itu berada. "Ternyata kamu, Lara. Apa kabarmu?," tanya Gagas tetap dengan posisi Ia berdiri. "Tak ada yang berubah, semua berjalan seperti biasa semenjak kita terakhir kali bertemu." Gagas melihat buku yang berada tepat di depan Lara. "Oh buku itu, masuk dalam list bacaku bulan ini. Sampai bab berapa?," tanyanya antusias. "Sampai bab 1, Gas." Muncul seorang gadis dari depan, menghampiri arah mereka. Gagas yang mengetahui keberadaannya segera menyapa. "Sudah selesai mengembalikan bukunya?," kemudian disambung dengan, "Ayo cari tempat duduk." Pria itu mengembalikan pandangannya pada Lara, "Duluan ya," kata terakhirnya sebelum meninggalkan Lara sendiri. Ia sudah menemukan orang baru, tebaknya.

Kini sering Ia datangi tempat favorit mereka tiap akhir pekan, dahulu. Ditunggunya orang yang sama seperti dahulu. Bisa ditebak, mengapa Ia terjebak. Dibenaknya terus mengulang bab satu. Adegan dimana tokoh utama pertama kali bertemu. Tidak Ia sadari, buku yang Ia baca tersisa lembaran satu.

nas-05/02/2024

Sign up to discover human stories that deepen your understanding of the world.

Free

Distraction-free reading. No ads.

Organize your knowledge with lists and highlights.

Tell your story. Find your audience.

Membership

Read member-only stories

Support writers you read most

Earn money for your writing

Listen to audio narrations

Read offline with the Medium app

--

--

ayuuwords
ayuuwords

Written by ayuuwords

about little things along the way, i picked them up, and write it into stories.

No responses yet

Write a response